Doa Ibu Juraij
Juraij adalah seorang pemuda ahli ibadah, diam di tengah-tengah bani Israil dan hidup sebelum Nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wassallam diutus. Dia mendirikan sebuah bangunan khusus untuk beribadah dan menetap di dalamnya.
Suatu saat ibunya mendatanginya sedangkan ia dalam keadaan shalat, ibunya memanggil dari luar: “Juraij! Juraij !”. Mendengar panggilan sang ibu maka Juraij menjadi bimbang dan berkata dalam hatinya, “Ya Allah aku memenuhi panggilan ibuku ataukah aku meneruskan shalatku?” Di tengah kebimbangannya itu, pada akhirnya dia memutuskan untuk tetap meneruskan shalatnya. Sementara di luar, karena tidak mendapatkan jawaban dari Juraij, ibunya memutuskan pergi. Mungkin saja Juraij sedang keluar atau tidak dapat diganggu.
Keesokan hari, ibunya mendatanginya lagi dan memanggilnya,“Juraij! Juraij !”, maka Juraij menjadi bimbang, kemarin ibunya mencarinya namun ia dalam keadaan shalat dan memilih melanjutkan shalatnya dari memenuhi panggilan ibunya. Ternyata hari ini ibunya kembali mencarinya lagi, dan dia dalam keadaan melaksanakan shalat juga dan dalam hati dia berkata, “Ya Allah aku memenuhi panggilan ibuku ataukah aku meneruskan shalatku?” Di tengah kegelisahan yang melanda hatinya karena ini merupakan kedua kali ibunya memanggil, akhirnya ia tetap meneruskan shalatnya.
Keesokan hari ibunya mendatanginya lagi, dan memanggilnya : “Juraij! Juraij !”, maka Juraij bimbang dan berkata : “Ya Allah aku memenuhi panggilan ibuku ataukah aku meneruskan shalatku?” maka ia berketetapan meneruskan shalatnya seperti hari sebelumnya, maka ibunya menjadi jengkel dan kesal setelah berkali-kali tidak mendapat jawaban dari Juraij dan berkata, “Ya Allah Jalla Jala Luhu janganlah matikan anakku hingga ia melihat wajah pelacur."
Bani Israil selalu membicarakan tentang Juraij dan ibadahnya yang luar biasa, maka berkata seorang wanita pelacur yang cantik, "Jika kalian berkehendak, saya akan menggodanya”. Maka wanita tadi menggoda Juraij, akan tetapi Juraij tidak bergeming padanya, bahkan sekedar menoleh.
Lalu wanita pelacur itu mendatangi penggembala yang berteduh di tempat peribadatan Juraij, hingga berzina dengannya. Kemudian hamilah wanita itu, maka tatkala melahirkan, ia pergi ke tengah orang-orang bani Israil dan berkata, “Bayi ini adalah anaknya Juraij”, maka merekapun segera meminta Juraij keluar, dan menghancurkan tempat peribadatan Juraij, serta memukulinya.
Maka Juraij berkata, “Ada apa kalian ini?” Mereka berkata, “Engkau telah berzina dengan wanita pelacur hingga melahirkan bayi!" lalu Juraij berkata : “Dimana bayi itu ?” kemudian mereka mendatangkan dan mendekatkan bayi itu. Juraij berkata, “Biarkan aku shalat!" lalu Juraij shalat, tatkala selesai, ia datangi bayi itu dan menekan perutnya. Lalu ia bertanya kepada bayi itu, “Siapa ayahmu ?” bayi itu menjawab, “Fulan, seorang penggembala."Setelah mendengar pengakuan bayi itu, merekapun menghadap Juraij dengan wajah penuh penyesalan dan memeluknya. Kemudian mereka berkata, “Kami akan membangung kembali tempat peribadatanmu dari emas”. Lalu Juraij berkata : “Tidak!, kembalikan sebagaimana semula terbuat dari tanah”



Comments
Post a Comment